Do'aku Padamu Ya Rabb :

"Bismillahirrahmaanirrahiim, Ya Allah wujudkanlah impian kami ! Penghasilan kami dari USAHA DI RUMAH, jauh lebih besar melebihi penghasilan kami dari BEKERJA di PT. Argo Sukses Abadi". Tenang dan tentram lebih focus dalam beribadah kepadamu .. Aamiin yaa Robbal 'Alamiin ..

Senin, 22 Februari 2021

KEPUTUSAN Buy, Hold, Sell, Average Down, Average Up DAN Cutloss


Sebelum masuk materi terakhir, Saya ucapkan selamat!

Karena teman-teman sudah menyimak sejauh ini, berturut-turut selama dua pekan, belajar ilmu baru!

Terutama yang belajar sambil mengerjakan tugas!

Sejatinya tugas itu up your level, Hingga teman-teman bukan lagi investor pemula yang kosong!

Tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim bahwa strategi investasinya adalah strategi terbaik.

Dan siapapun bisa menyebut bahwa strateginya baik, hal itu sesuai pengalaman investasinya.

Dan pengalaman itulah yang akan menyempurnakan perjalanan investasi.

Materi kali ini bukan sekedar mengenal istilah, namun lebih kepada pengalaman saya pribadi ya.πŸ˜„

Semoga ada yang bisa diambil manfaatnya.


Buy = beli

Kapan suatu saham layak dibeli?

Saya membeli saham dengan mantap KETIKA sudah menetapkan porsi anggarannya untuk saham tersebut, dan tentunya sudah menganalisa perusahaan secara menyeluruh.

Misalnya anggaran untuk suatu saham sebesar 2 juta.
Saya tidak lantas langsung beli dengan seluruh anggaran.

Namun saya beli sebanyak 50% dari anggaran, yaitu 1 juta dulu. Lalu jika saham tersebut bergerak turun, skala 10%-20% saya baru mempertimbangkan untuk membelinya kembali.

Dengan sisa anggaran yang 50% tadi.
Namun jika sudah naik 20% Saya tidak tertarik untuk membeli lagi.

Saya syukuri profitnya, dan saya biarkan terus melaju naik. HeeπŸ˜„


Hold = tahan

Ketika saya menemukan saham yang fundamentalnya baik. Lalu saya sudah memilikinya, namun pergerakan harganya cenderung lambat atau bahkan minus banyak, tapi sudah habis porsi anggaran untuk menambah lotnya, maka saya hold.

Nggak saya apa-apain.

Dalam berinvestasi 'nggak ngapa-ngapain' pun disebut tindakan, karena seringkali, kita terbawa emosi ketika menemukan suatu saham yang cenderung bergerak 'lambat', hati ingin rasanya menjual saja.

Sell = jual

Nah kalau ini lawan tadi.

Banyak alumni ELSA yang masih kebingungan, kapan sebaiknya saya jual saham.

Karena mayoritas, merencanakan kapan untuk membeli saham, tapi tidak merencanakan kapan menjualnya.

Saya sendiri selalu merencanakan keduanya. Kapan beli dan kapan jual.

Ini nih yang penting, Berusahalah untuk tidak jatuh cinta pada emiten tertentu. Ini adalah hal yang sedang saya usahakan yaa, dan ini cukup sulit.

Kalau memang sudah saatnya dijual, ya jual saja.
Kalau memang target profit di awal sudah terpenuhi, ya jual.

Nanti sedih lhoo, kalau sudah nyampe target, tapi kita tahan gak jual, eh tau nya dibawa turun lagi.

Hihi

Oh ada juga kayak gini, dan ini sering terjadi, saham yang saya jual, ternyata harganya malah naik lagi, walaupun saya cuan sih.. tapi ada rasa sesal, coba saya lebih sabar lagi, pasti cuannya lebih gede! Hahah

Jangan yaa...
Berpikirlah bahwa,
Segitu porsi rezekinya.
Dan beralihlah ke saham yang lain.

Kenapa jangan?

Karena kita jadi berhalusinasi.

Padahal Allah dah kasi rezeki.

Akan berbeda halnya ketika kita mensyukuri, kan janji Allah itu pasti, Allah berjanji akan Allah lebihkan rezeki bagi setiap orang yang pandai bersyukur.

Maka menjual saham pun ada strateginya. Seperti membeli saham yang bertahap, maka jualah secara bertahap pula.

Tantangan terbesar menjual saham adalah, ketika saham yang kita harapkan untuk untung di 60% lalu dia ngegas naik, dan memberi keuntungan multibagger atau up to 100% inilah saham yang gak rela dijual, dan ini pula yang saya maksud, saham yang bikin jatuh cinta. Haa

Mau nambah lot sayang, mau dijual juga sayang.. Haha πŸ˜‚

Tapi, solusinya adalah Lepaskanlah...
Jika sudah waktunya lepas...
Berat memang, tapi cobalah berpisah...

Wkwk layangan putus effect nihh aromanya haha LOL πŸ˜‚


Average down (AVG DOWN) 
= Membeli saham untuk mengurangi nilai rata-rata

Seperti dijelaskan di poin 'Buy' saya biasa mempertimbangkan avg down ketika saham yang saya beli minus lebih dari 10%.

Jika baru turun beberapa tik, gak usah beli lah ya.. Karena tidak terlalu mempengaruhi nilai rata-rata 😁

Saya cukup sering avg down, karena memang saham itu tidak bisa dipastikan kapan naik dan turunnya. Maka jika dibawa turun dulu, ya saya siapkan amunisi untuk menambah lot.


Average up (AVG UP) 
= Membeli saham untuk menambah nilai rata-rata

Kalau avg up saya jarang sih tapi pernah, satu ketika saya punya satu saham yang baru naik 15% ya saya tambah Lot di situ, sehingga rata-rata harga saham yang saya punya itu naik.

Tapi kalau sahamnya sudah naik lebih dari 50%, saya tidak tertarik menambah lot. Eh gak 50% deh, naik 20% pun saya gak tertarik untuk nambah lot.


Cutloss
= Jual tapi saham kondisi Minus

"Mental Investor Diuji Ketika Sahamnya Berdarah-darah"

Ketika trading saya cukup sering cutloss, karena memang cutloss atau jual rugi ini adalah aksi trader.

Seorang trader harus disiplin cutloss.

Namun, karena saya memilih jalan sebagai investor. Saya jarang sekali cutloss. Jikapun sahamnya lambat sekali atau ada aksi korporasi yang membuat sahamnya longsor tajam.

Hingga harga sahamnya turun drastis.. ya saya gak cutloss juga, saya lebih memilih review laporan perusahaannya. Baca berita seputar saham tersebut, dan tetap rasional.

Karena harga saham nggak terus-terusan turun, begitu pula dia gak terus-terusan naik.
Justru ketika turun drastis bisa jadi itu peluang untuk kita menambah lotnya!

Selama perusahaannya bagus ya!

TUGAS 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semangat Menuju Kemandirian !!

“Jangan menunggu orang lain menguatkanmu. Bangunlah kekuatan itu dari dalam dirimu sendiri.” ----- “Mandiri bukan berarti sendiri, tapi mampu berdiri tanpa bergantung.” ----- “Semakin kamu melatih dirimu menghadapi kesulitan, semakin kamu tak membutuhkan sandaran.” ----- “Kemandirian adalah hadiah bagi mereka yang berani bertanggung jawab atas hidupnya.” ----- “Hari ini mungkin berat, tapi setiap langkah kecil menuju mandiri adalah kemenangan besar.” ----- “Belajarlah cukup kuat untuk berdiri sendiri, cukup bijak untuk meminta bantuan saat perlu, dan cukup percaya diri untuk melangkah tanpa ragu.” ----- “Hidup yang kuat dimulai saat kamu berhenti menyalahkan keadaan dan mulai memperbaiki diri.” ----- “Berdirilah di atas kakimu sendiri, karena harga diri tumbuh dari keberanian untuk mandiri.” ----- “Ketika kamu tidak lagi bergantung, kamu mulai benar-benar bebas.” ----- “Percayalah, kemampuanmu lebih besar daripada ketakutanmu.”