Bismillahirrahmanirrahim,
Pernahkah Anda merasa ragu untuk melakukan sesuatu?
Ragu artinya ada sebuah keputusan untuk melakukan sesuatu, tapi kemudian ada lintasan pikiran negatif.
Lintasan pikiran negatif itu bisa berupa pertanyaan negatif seperti "bagaimana kalau gagal?" Atau pernyataan negatif "Orang lain saja tidak ada yang melakukan ini!".
Keduanya disebut SELFTALK.
Selftalk bisa menjadi penghambat tak terlihat, seperti mengikat badan agar tak pergi jauh. Tapi tidak nampak.
Seperti, "masih dingin, ntar aja dulu!" Saat memutuskan untuk olah raga di pagi hari. Badan seolah terikat di atas kasur dibawah selimut hangat.
Tapi bisa juga jadi pendorong kuat bahkan saat badan hampir kelelahan saat lari mengitari lapangan, "sedikit lagi, sedikit lagi!". Demikian terus diulang hingga berlari lebih jauh dari niat awal untuk berhenti.
Kenyataannya selftalk bisa diarahkan, seperti mengarahkan anak kecil untuk mau makan sayur. Alias butuh edukasi dan konsistensi.
Caranya adalah setiap hari biasakan mendidik selftalk untuk bersyukur, mengucapkan rasa terima kasih atas kebaikan yang diterima.
"Alhamdulillah ya Allah atas nikmat nafas yang bisa terhirup dan terhembus dengan lapang, lega, leluasa, serta bahagia."
Lalu iringi dengan dzikir kepadaNya, memujiNya, mengagungkanNya.
Proses ini sekali lagi untuk mendidik selftalk agar kelak otomatis positif saat menghadapi apa pun.
Parameter selftalk sudah baik adalah manakala jari kaki tak sengaja menendang ujung bawah daun pintu atau mendapatkan musibah, otomatis berkata "innalillahi..." Atau semakna itu.
Bila untuk musibah saja sudah otomatis berkata baik, maka saat mendapatkan rezeki sudah pasti berkata baik.
Bandingkan dengan Selftalk negatif saat mendapatkan rezeki, "Yah, cuma dikit!" Atau "Cuma cukup bayar hutang, belum buat yang lain."
Bila Anda di posisi orang dermawan yang memberi uang ke dia, rasanya malas bukan untuk memberi lagi?
Jadi, selftalk negatif membuat rezeki tertutup, membuat seseorang mesti kerja keras untuk sekedar mendapatkan recehan.
Sekali lagi, mulailah mendidik selftalk.
"Alhamdulillah ya Allah, atas mata yang bisa membaca, atas pikiran yang bisa mencerna, atas handphone yang bisa berguna, atas ilmu yang bisa menjadi petunjuk."
Bersyukur adalah awal mendidik selftalk.
Wallahu'alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar