1. Memudahkan urusan.
2. Memberi keberuntungan.
3. Membuka peluang.
Hidup dengan dada yang lapang adalah suatu nikmat yang sangat berharga dan dambaan setiap insan.
"Kami telah menjadikanmu seorang nabi yang menerima syariat agama, berakhlak mulia, berwawasan luas, santun, dan sabar dalam menghadapi kepahitan hidup". (QS : Al-Insyirah : 1). Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah telah melapangkan dada Nabi Muhammad dan menyelamatkannya dari ketidaktahuan tentang syariat.
Renungilah besarnya nikmat ini sehingga Allah ‘Azza Wa jalla mengingatkan Nabi-Nya terhadap karunia tersebut dalam firmannya : “Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu ?” (QS : Al-Insyirah : 1)
Lapang dada dulu, barulah urusan mudah selesai. Jangan dibalik urusan selesai dulu barulah hati menjadi lapang.
Do’a Nabi Musa AS pun “Robbisyohli Shodrii Wayassirlii amrii..”, artinya “Ya Robbku, lapangkanah dadaku untukku, mudahkanlah urusanku untukku ..”
Bila hati sempit maka kemudahan akan terasa sulit, tapi bila hati lapang maka kesulitan akan terasa mudah. Sudhkah kita berlapang dada ?
Dimensi lapang dada :
1. Berlapang dada terhadap ketentuan Allah SWT (Habluminallah).
2. Berlapang dada dalam interaksi degan sesama manusia (Habluminannas).
5 Kesadaran yang harus kita miliki untuk melapangkan dada :
1. Semua Terjadi Atas Ijin Allah SWT
"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya". (QS : At-Taghabun : 11)
“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiaporang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al-Hadid ayat 22-23)
Allah Maha Adil
Allah Maha Tahu
Allah Maha Benar
Allah Maha Bijaksana
Tugas kita :
Merencanaan yang terbaik
Beribadah yang terbaik
Berprasangka yang terbaik
Berikhtiar yang terbaik
Bertawakkal yang terbaik.
Maka berlapanglah karena semua atas ijin Allah.
2. Semua Baik Dari Allah SWT
Setiap kali kita berprasangka baik kepada Allah, yakin Allah memeberikan kemuliaan kita jauh dari yang kita persangkakan.
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Karunia itu sedang berjalan dan pada watu yang tepat akan bernilai kebaikan Allah pasti berikan yang terbaik.
3. Semua Sudah Terukur
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
Semua sudah diukur kadarnya oleh Allah, diukur kemampuannya oleh Allah.
Kesadaran yang kita punya adalah semua karena ijin Allah, semua baik, semua sudah terukur.
4. Semua Kepahitan Menggugurkan Dosa
Rasuullah SAW bersabda : “Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim melainkan dosanya dihapus Allah SWT, karenanya sekalipun musibah itu hanya karena tertusuk duri”. (HR. Muslim)
Ini merupakan wasliah dari Allah semua kepahitan sebagai penggugur dosa-dosa kita. Pertolongan Allah itu dekat, bertumpulah pada Allah maka akan menjadi lapang.
5. Semua Bisa Ditolong Oleh Allah SWT
"Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat” (QS : Al-Baqarah : 214)
Yakin semua aan reda dan akan selesai dengan pertolongan Allah SWT
“Ya Allah lapangkanlah dada kami dengan limpahan Iman dan keindahan tawakal pada-Mu”
Endingnya “Pejamkan mata, jernihkan jiwa dan lapangkanlah dada” ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar