Do'aku Padamu Ya Rabb :

"Bismillahirrahmaanirrahiim, Ya Allah wujudkanlah impian kami ! Penghasilan kami dari USAHA DI RUMAH, jauh lebih besar melebihi penghasilan kami dari BEKERJA di PT. Argo Sukses Abadi". Tenang dan tentram lebih focus dalam beribadah kepadamu .. Aamiin yaa Robbal 'Alamiin ..

Senin, 15 Februari 2021

Cara Menghitung Rasio Keuangan yang Benar

Rasio keuangan adalah suatu alat analisis keuangan yang digunakan oleh perusahaan dalam menilai kinerja perusahaannya berdasarkan perbandingan data keuangan yang ada pada pos laporan keuangan, seperti laporan neraca, laporan aliran kas, dan laporan laba-rugi. Dengan adanya rasio keuangan, maka pihak manajemen perusahaan, investor, dan kreditur akan lebih mudah dalam menganalisis kinerja bisnis, mengetahui titik permasalahan, keuangan, dan kelemahan keuangan perusahaan, dan mempermudah dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan tujuan analisis, angka rasio keuangan dibagi menjadi empat, yakni :
1. Rasio likuiditas.
2. Rasio solvabilitas (leverage).
3. Rasio retentabilitas (provabilitas).
4. Rasio aktivitas. 
Tiap-tiap jenis rasio ini pun mempunyai analisis dan cara perhitungan yang berbeda seperti berikut ini.

Contents :
1. Rasio Likuiditas
1.1. Current Ratio
1.2. Quick Ratio
2. Cash Ratio
3. Rasio Solvabilitas
3.1. Total Debt to Total Assets Ratio
3.2. Debt to Equity Ratio
4. Rasio Rentabilitas
4.1. Profit Margin
4.2. Gross Profit Margin
4.3. Net Profit Margin
4.4. Return on Investment (ROI)
4.5. Return on Assets
5. Rasio Aktivitas
5.1. Perputaran Piutang
5.2. Perputaran Persediaan
5.3. Perputaran Aktiva Tetap
5.4. Perputaran Total Aktiva

1. Rasio Likuiditas

Rasio ini menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam melunasi seluruh utang jangka pendeknya.

1.1 Current Ratio
Analisis ini memberi informasi tentang kemampuan aktiva dalam menutup utang lancar sehingga menggunakan perbandingan aktiva lancar dan utang lancar. Adapun yang termasuk sebagai aktiva lancar meliputi kas, piutang dagang, persediaan, dan sebagainya; utang lancar meliputi utang gaji, utang bank, utang dagang, dan sebagainya.

Current ratio = (aktiva lancar : utang lancar) x 100%

1.2 Quick Ratio
Analisis ini memberi informasi tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan mengurangi aktiva lancar dengan persediaan. Adapun aktiva lancar yang digunakan lebih fokus pada komponen yang lebih likuid.

Quick ratio = [(aktiva lancar – persediaan) : utang lancar] x 100%]

2. Cash Ratio

Analisis ini memberi informasi posisi kas yang dapat menutupi utang lancar dengan membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang dapat segera menjadi uang kas dengan utang lancarr.

Cash ratio = [(kas + setara kas) – utang lancar] x 100%

3. Rasio Solvabilitas

Rasio ini memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam melunasi utangnya baik dalam jangka pendek maupun panjang jika perusahaan dilikuidasi.

3.1 Total Debt to Total Assets Ratio
Analisis ini mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari utang, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang.

Debt ratio = (total utang : total aktiva) x 100%

3.2 Debt to Equity Ratio
Analisis ini mengukur persentase antara utang dan modal yang dimiliki perusahaan.

Debt to equity ratio = (total utang : modal) x 100%


4. Rasio Rentabilitas

Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendapat keuntungan atau laba. Rasio ini biasanya menjadi patokan terhadap keberlangsungan bisnis.

4.1 Profit Margin
Analisis ini menghitung sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan tertentu. Selain itu, profit margin juga dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya pada periode tertentu.

Profit margin = (laba bersih : penjualan) x 100%

4.2 Gross Profit Margin
Analisis ini memperlihatkan laba kotor yang dicapai setiap penjualan.

Gross profit margin = (laba kotor : penjualan bersih) x 100%

4.3 Net Profit Margin
Analisis ini mengukur laba bersih yang dihasilkan dalam setiap penjualan (dalam rupiah atau mata uang yang digunakan) dan efisiensi.

Net profit margin = (laba bersih setelah pajak : penjualan bersih) x 100%

4.4 Return on Investment (ROI)
Analisis ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan digunakan untuk menutup sejumlah investasi yang dikeluarkan.

ROI = (laba bersih setelah pajak : investasi) x 100%

4.5 Return on Assets
Analisis ini memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan seluruh aktiva yang dipunyai.

Return on Assets = (laba sebelum bunga dan pajak : total aktiva) x 100%

5. Rasio Aktivitas

Rasio ini akan melihat tingkat aktivitas aktiva pada beberapa aset di tingkat kegiatan tertentu.

5.1 Perputaran Piutang
Analisis ini mengukur kualitas piutang dagang dan efisiensi perusahaan dalam mengumpulkan piutang dan kebijakan kredit yang diberlakukan.

Perputaran piutang = (penjualan bersih : rata-rata piutang dagang)

5.2 Perputaran Persediaan
Analisis ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki.

Perputaran persediaan = (harga pokok penjualan : rata-rata persediaan)

5.3 Perputaran Aktiva Tetap
Analisis ini menunjukkan sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya.

Perputaran aktiva tetap = {penjualan : aktiva tetap)

5.5 Perputaran Total Aktiva
Analisi ini mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan total aktiva yang dimiliki.

Perputaran total aktiva = (penjualan : total aktiva)

Rasio keuangan merupakan alat untuk menganalisis keuangan sebuah perusahaan dalam menilai kinerja bisnis yang dilakukan. Analisis yang dilakukan pun bermacam-macam sesuai tujuan pengukurannya, yakni rasio likuiditas, rasio solvabilitas (leverage), rasio retentabilitas (provabilitas), dan rasio aktivitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semangat Menuju Kemandirian !!

“Jangan menunggu orang lain menguatkanmu. Bangunlah kekuatan itu dari dalam dirimu sendiri.” ----- “Mandiri bukan berarti sendiri, tapi mampu berdiri tanpa bergantung.” ----- “Semakin kamu melatih dirimu menghadapi kesulitan, semakin kamu tak membutuhkan sandaran.” ----- “Kemandirian adalah hadiah bagi mereka yang berani bertanggung jawab atas hidupnya.” ----- “Hari ini mungkin berat, tapi setiap langkah kecil menuju mandiri adalah kemenangan besar.” ----- “Belajarlah cukup kuat untuk berdiri sendiri, cukup bijak untuk meminta bantuan saat perlu, dan cukup percaya diri untuk melangkah tanpa ragu.” ----- “Hidup yang kuat dimulai saat kamu berhenti menyalahkan keadaan dan mulai memperbaiki diri.” ----- “Berdirilah di atas kakimu sendiri, karena harga diri tumbuh dari keberanian untuk mandiri.” ----- “Ketika kamu tidak lagi bergantung, kamu mulai benar-benar bebas.” ----- “Percayalah, kemampuanmu lebih besar daripada ketakutanmu.”