Do'aku Padamu Ya Rabb :

"Bismillahirrahmaanirrahiim, Ya Allah wujudkanlah impian kami ! Penghasilan kami dari USAHA DI RUMAH, jauh lebih besar melebihi penghasilan kami dari BEKERJA di PT. Argo Sukses Abadi". Tenang dan tentram lebih focus dalam beribadah kepadamu .. Aamiin yaa Robbal 'Alamiin ..

Selasa, 16 Februari 2021

Jenis Dan Profil Risiko


Ada yang rekening investornya sudah jadi?

Di materi kali ini, sudah mulai memasuki materi inti nih, kita akan mengenal jenis-jenis investasi beserta risiko nya...

Dari beberapa produk atau instrumen investasi yang ditawarkan di pasar modal mulai dari Reksadana, sukuk, saham, ETF.

Saham merupakan produk investasi dengan keuntungan yang tinggi...

Tapi kaan resikonya tinggi...
Ini yang sering kali ditakutkan banyak orang, jadilah maju mundur untuk memulai investasi.

Padahal, ada yang namanya profil risiko yaa...

Jadi sebelum memulai investasi kita sendiri yang harus membaca diri kita itu masuknya ke yang mana sih.

Profil kita di dunia investasi itu tergolong yang mana?


1. AGRESIF
Agresif artinya sudah terbiasa dengan fluktuasi harga dan tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang beresiko tinggi.

Apa nih pilihan produknya ?
A. Reksadana Syariah saham
B. Saham Syariah

2. MODERAT
Si profil moderat adalah orang yang masih bisa mentolerir risiko yang tidak terlalu besar dan masih berhati-hati dalam memilih produk investasi yang aman, jadi orangnya tengah-tengah.

Pilihannya produknya apa aja?
Pilihannya bisa
A. Reksadana Syariah pendapatan tetap
B. Reksadana Syariah campuran
C. Sukuk Korporasi

3. KONSERVATIF

Cenderung memilih investasi yang stabil, yang berisiko rendah, bahkan tanpa risiko sama sekali.

Tipe investor ini tidak memiliki cukup kemampuan dan waktu untuk menganalisis instrumen.

Apa aja sih instrumen atau produk bagi investor konservatif?
Investor konservatif bisa memilih produk :
1. Emas
2. Sukuk Negara
3. Reksadana pasar uang

Itulah tiga-tipe investor dari profil risikonya, teman-teman udah bisa menerka belum, masuk yang mana?

Ah saya kan emak-emak, gak punya waktu buat analisis analisis saham. Saya si konservatif kayaknya... hiii

Tapi pengen ngerasain profit yang geudee alias besar dari saham.

Hee, luangkanlah untuk belajar...
Karena uang yang kita belikan saham adalah uang hasil kerja keras.

Sejatinya, semakin muda usia kita, semakin banyak instrumen investasi yang bisa kita coba.

Maka dari itu di usia tiga puluh tahun, mamak yang mau punya dua anak tanpa asisten rumah tangga ini, memutuskan jadi investor saham syariah.

Wahh itu kan risiko nya tinggi?

Enggaak yaa... jika kita belajar cara nya...

Bahkan bisa saya sebut low risk and consistent return

Arti google nya : risiko rendah dengan hasil yang terus menerus.

Yupp, pasif income 🤩

Gak hanya itu, saya juga memutuskan menabung saham syariah untuk anak saya yang masih berusia tiga tahun.

Biar nanti saat waktunya anak saya bisa buka rekening investor, yakni 18 tahun. Sahamnya udah jutaan lembar 🤩

Aamiin...

Seriuskan belajar di kelas ELSA ini, belajar nya sekali, namun insyaAllah keuntungannya akan dirasakan sepanjang menjadi investor.

TUGAS 4 :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semangat Menuju Kemandirian !!

“Jangan menunggu orang lain menguatkanmu. Bangunlah kekuatan itu dari dalam dirimu sendiri.” ----- “Mandiri bukan berarti sendiri, tapi mampu berdiri tanpa bergantung.” ----- “Semakin kamu melatih dirimu menghadapi kesulitan, semakin kamu tak membutuhkan sandaran.” ----- “Kemandirian adalah hadiah bagi mereka yang berani bertanggung jawab atas hidupnya.” ----- “Hari ini mungkin berat, tapi setiap langkah kecil menuju mandiri adalah kemenangan besar.” ----- “Belajarlah cukup kuat untuk berdiri sendiri, cukup bijak untuk meminta bantuan saat perlu, dan cukup percaya diri untuk melangkah tanpa ragu.” ----- “Hidup yang kuat dimulai saat kamu berhenti menyalahkan keadaan dan mulai memperbaiki diri.” ----- “Berdirilah di atas kakimu sendiri, karena harga diri tumbuh dari keberanian untuk mandiri.” ----- “Ketika kamu tidak lagi bergantung, kamu mulai benar-benar bebas.” ----- “Percayalah, kemampuanmu lebih besar daripada ketakutanmu.”